Dalih Pembunuhan Massal - Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto
Judul : Dalih Pembunuhan Massaleta Suharto
Penulis : John Roosa Tahun : 2008
Halaman : 390 Penerbit :
Institut Sejarah Sosial Indonesia
Buku tulisan John Roosa dengan judul asli Pretext for Mass Murder: The September 30th Movement and Suharto’s Coup d’Etat in Indonesia. Atau dalam terjemahan bahasa Indonesia berjudul Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto, sangat menarik untuk dikaji/review. Penulis memilih buku tersebut karena, pertama, buku tersebut sepengatahuan penulis merupakan buku tentang G-30S terbaru yang ditulis penulis asing.
Informasi tentang buku Dalih Pembunuhan Massal Karya John Roosa bisa dilihat di sini
Download Ebook (epub)
Panduan Membaca eBook di Smartphone
Penulis : John Roosa Tahun : 2008
Halaman : 390 Penerbit :
Institut Sejarah Sosial Indonesia
Buku tulisan John Roosa dengan judul asli Pretext for Mass Murder: The September 30th Movement and Suharto’s Coup d’Etat in Indonesia. Atau dalam terjemahan bahasa Indonesia berjudul Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto, sangat menarik untuk dikaji/review. Penulis memilih buku tersebut karena, pertama, buku tersebut sepengatahuan penulis merupakan buku tentang G-30S terbaru yang ditulis penulis asing.
Kedua, buku tersebut memberikan sumber sejarah baru setidaknya yang diketahui penulis, yang sangat jarang diangkat oleh penulis-penulis lain, seperti “Dokumen Supardjo”. Ketiga, buku tulisan Roosa tersebut merupakan satu dari sekian banyak buku yang kembali menitikberatkan kesalahan pada sosok seorang Suharto. Suharto dianggap sebagai seorang oportunis yang sangat pandai memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Atas nama Pancasila dan NKRI ia tampil bak seorang dewa, dengan menyapu rata PKI yang ditu-duh sebagai dalang dari G-30S untuk mencapai puncak kekuasaan.
Dokumen Supardjo merupakan tulisan pribadi Supardjo, seseorang yang dipilih sebagai Wakil Komandan G-30S, walaupun pada beberapa kesempatan Supardjo mengelak bahwa bukan ia yang menulisnya. Inti dari dokumen tersebut yaitu kritik otokritik terhadap peritiwa G-30S yang menemui kegagalan. Selain Dokumen Supardjo, seperti tulisan-tulisan lain yang mengangkat G-30S, keha-diran tokoh Suharto tidak dapat dipisahkan dari ceritera. Menurut Roosa, Suharto berhasil memanfaatkan G-30S untuk membantai PKI sebagai tertuduh dan merongrong kekuasaan Sukarno secara perlahan, yang disebut olehnya sebagai kudeta merangkak.
Dalam beberapa analisis disebutkan bahwa kemenangan Suharto juga merupakan ke-khilafan para pimpinan gerakan. Banyak pimpinan gerakan terutama Latief dan Untung yang pada awalnya mengira Suharto merupakan seorang yang loyal kepada Sukarno, sehingga ia tidak termasuk dalam daftar jenderal yang akan “dihabisi”, padahal saat itu ia merupakan jenderal bintang dua dengan kedudukan sebagai Pangkostrad. Bahkan pada tanggal 29 malam Latief telah melapor kepada Suharto bahwa akan ada suatu besok akan terjadi “penculikan” terhadap beberapa jenderal.
Sehingga G-30S sebagai suatu gerakan “revolusioner” berhasil dipatahkan oleh Su- harto dan tentaranya dalam tempo waktu yang tidak lebih dari delapan belas jam. Karena memang ada beberapa pucuk pimpinan PKI yang terlibat langsung dalam gerakan, ditambah kebencian Suharto terhadap PKI itu sendiri. Jadilah PKI sebagai tertuduh dan dalang utama dalam gerakan tersebut sehingga istilah G-30S/PKI. Yang beberapa tahun berikutnya diikuti oleh jatuhnya tampuk kekua-saan presiden dari tangan Sukarno ke Suharto. Selain Suharto, ada beberapa pihak lainnya yang memang sangat berpengaruh dan berkepentingan dalam G-30S yang disertai jatuhnya Sukarno, yaitu Amerika Serikat, TNI-AD dan Islam sayap kanan.
Sumber review : http://www.kompasiana.com/ekamara/review-dalih-pembunuhan-massal_550d47aca33311b0142e3c21Informasi tentang buku Dalih Pembunuhan Massal Karya John Roosa bisa dilihat di sini
Download Ebook (epub)
Panduan Membaca eBook di Smartphone

Comments
Post a Comment
. . . . . . . . . Komentar anda adalah kontribusi berarti bagi kami